<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9125571687494194578</id><updated>2012-02-16T13:23:57.134+07:00</updated><title type='text'>Welcome To The Adhie Blog</title><subtitle type='html'>.::::: Adhie ::::.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adhie-pranatha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9125571687494194578/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhie-pranatha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Adhie Pranatha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07640317963423310410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_i0PK_KimRew/S-y7XXkyWMI/AAAAAAAAABs/VnIAxvMZsxo/S220/n1518702177_5778.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9125571687494194578.post-8711247238081859884</id><published>2009-04-14T12:38:00.004+07:00</published><updated>2009-05-25T10:40:24.618+07:00</updated><title type='text'>Komputer dan Kesehatan Mata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_i0PK_KimRew/SeQkK_uHScI/AAAAAAAAAAM/HpDrwuHnmgs/s1600-h/DSC00254.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 109px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_i0PK_KimRew/SeQkK_uHScI/AAAAAAAAAAM/HpDrwuHnmgs/s320/DSC00254.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324420430780910018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: center; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: center; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Akibat Radiasi Komputer dan Tips Mencegahnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Mata merupakan salah satu aset yang paling berharga sehingga harus dijaga benar kesehatannya. Keseringan menatap monitor komputer bisa membuat mata menjadi lelah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tahukah Anda bahwa radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan komputer bisa mengganggu kesehatan? Studi yang dilakukan American Optometric Association (AOA) mencetuskan bahwa radiasi komputer dapat menyebabkan kelelahan mata dan gangguan mata lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; kebanyakan gejala yang dikeluhkan responden adalah soal kelelahan mata, pandangan menjadi kabur dan mata kering. Masalah visual lainnya yang timbul adalah soal gangguan sakit kepala dan sakit leher atau bahu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagi Anda yang sering duduk dan menatap layar komputer, lindungi dan rawatlah mata Anda dari radiasi yang ditimbulkannya. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pakai pelindung layar komputer (filter) untuk mengurangi radiasi yang ditimbulkan komputer.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pilih layar komputer yang radiasinya rendah, seperti layar LCD (liquid crystal display).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jagalah jarak pandangan mata dengan monitor. Idealnya, jarak minimum antara mata dengan monitor komputer adalah 45 cm.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sesuaikan posisi layar komputer dengan mata, jangan ketinggian dan jangan terlalu rendah karena bisa menyebabkan sakit leher. Selain itu, jika monitor terlalu tinggi dari pandangan mata maka akan menggangu pasokan udara yang disuplai ke otak. Sebaiknya layar monitor diposisikan sejajar dengan pandangan mata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut American Optometric Association (AOA), untuk mencegah kelelahan mata sebaiknya tempatkan monitor dengan posisi yang ergonomis. Monitor harus ditempatkan pada posisi 16-30 inci dari mata, tergantung seberapa besar layar. Umumnya posisi yang nyaman untuk menatap monitor adalah 20 hingga 26 inci.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sesuaikan pencahayaan monitor dengan intensitas kenyamanan mata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Brightness yang terlalu terang atau terlalu buram tidak baik bagi kesehatan mata. Pencahayaan yang terlalu terang akan membuat mata menjadi silau, sedangkan pencahayaan yang terlalu buram hanya dan membuat mata bekerja lebih keras untuk melihat. Hal ini akan membuat mata menjadi cepat lelah. Untuk itu, cobalah sesuaikan brightness dan contrast monitor hingga mata Anda bisa melihat dengan nyaman. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan resolusi dengan karakter di monitor agar dokumen-dokumen mudah dibaca mata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Istirahatkan mata sejenak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Jangan terus-terusan melototin layar komputer. Usahakan sediakan waktu beberapa menit untuk mengendorkan dan mengistirahatkan mata Anda. Ini akan mengurangi kepenatan mata dan otot. Segarkan mata dengan cara memandang ke ruangan lain atau memandang indahnya langit biru atau tanaman hijau.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seringlah mengedipkan mata demi menghindari mata menjadi kering.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Jarang mengedipkan mata akan membuat mata menjadi kering. Karena itu sering-seringlah mengedipkan mata, karena dengan berkedip maka mata akan mengeluarkan air mata yang akan menyebar ke seluruh permukaan kornea untuk menjaga mata tetap lembab dan jernih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pakailah kacamata dengan lensa khusus untuk komputer. yaitu lensa yang benar-benar ada lapisan anti radiasi gelombang elektro magnetik dan anti radiasi ultra violet (UV). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pengguna lensa kontak juga punya solusi, yaitu dengan mengganti lensa kontak generasi baru yang terbuat dari silikon hydrogel. "Silikon jenis ini memungkinkan daya transmisi oksigen yang lebih tinggi dibanding jenis lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perbanyak konsumsi sayuran dan buah segar agar mata tetap dalam kondisi baik. (Jadi mata tidak hanya membutuhkan vitamin A melainkan vitamin-vitamin dan zat gizi lainnya juga dibutuhkan oleh mata)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika merasa mata mengalami gangguan, segera pergi ke tenaga ahli profesional dibidangnya untuk meyakinkan bahwa mata Anda benar-benar sehat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p  style="text-align: center; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Cyclophoria&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Cyclophoria&lt;/span&gt;, mata yang berdeviasi torsi pada mata yang ditutup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cyclophoria&lt;/span&gt; atau strabismus torsial laten adalah suatu tendensi penyimpangan sumbu penglihatan berotasi yang tersembunyi. Kasus pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cyclophoria&lt;/span&gt; jarang ditemui, hubungannya dengan astigmat yang miring karena rangsangan retina yang tidak sesuai di kedua mata. Juga ada hubungannya dengan kedua otot. Hal ini dapat dilihat juga pada penglihatan dekat, terutama pada lapang penglihatan bawah seperti membaca.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut arah rotasi&lt;/span&gt;, cyclophoria terbagi menjadi dua macam, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Incyclophoria&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;adalah mata yang mempunyai kecenderungan berputar kearah nasal. Jika pada kornea menunjukkan pada arah jam 12 maka berputar kearah nasal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Penyebab incyclophoria&lt;/span&gt; :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kelemahan musculus obliqus inferior, yang seharusnya mengadakan ekstorsi mengakibatkan intorsi yang menyebabkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cyclophoria&lt;/span&gt; (-) atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;incyclophoria.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;b. Exyclophoria&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;adalah mata yang mempunyai kecenderungan berputar kearah temporal. Jika pada kornea menunjukkan pada arah jam 12, maka berputar kearah temporal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;exyclophoria&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kelemahan musculus obliqus superior, yang seharusnya mengadakan intorsi mengakibatkan ekstorsi, sehingga menyebabkan cyclophoria (+) atau exyclophoria.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Aniseikonia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Aniseikonia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; adalah suatu keadaan dimana bayangan benda pada keduamata tidak sama besarnya atau bentuknya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab aniseikonia&lt;/span&gt; :&lt;/span&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terdapatnya perbedaan sistem optik dalam ukuran bayangan pada retina.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perbedaan susunan anatomi elemen retina p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ada kedua mata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aniseikonia optik yang didapat sering didapatkan pada pasien yang memakai kacamata, pasien dengan lensa tanam (bedah katarak) ataupun bedah kornea.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terdapat kesan bahwa setiap anisometropia berbeda 1 dioptri akan mengakibatkan perbedaan ukuran bayangan benda 1%.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Gejala aniseikonia&lt;/span&gt; :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Pada aniseikonia akan terdapat gejala seperti&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sakit kepala, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;mata lelah,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;silau,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sukar membaca,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;rasa ingin muntah,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;pusing,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;mata lelah atau astenopia terlihat sebagai mata berair dan pedas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perbedaan ukuran kurang dari 5% masih dapat ditoleransi oleh mata. Jika perbedaan terlalu besar seperti pada aphakia akan terjadi gangguan penglihatan binokuler dan pasien akan mengeluh melihat ganda (diplopia) dan astenopia atau mata lelah. Aniseikonia lebih 25% ditemukan pada anisometropia aphakia sesuda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;h operasi katarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: left; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_S4hRtFBFkkQ/SZfXNgoDIGI/AAAAAAAAAWM/mggoT0Inu-o/s1600-h/Skema+aniseikonia+statik1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 236px; height: 164px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_S4hRtFBFkkQ/SZfXNgoDIGI/AAAAAAAAAWM/mggoT0Inu-o/s320/Skema+aniseikonia+statik1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302943713348231266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;" &gt;Gambaran pada mata aniseikonia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;::&lt;/span&gt;perhatikan hasil bayangan pada mata kanan dan mata kiri ada perbedaa&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;" &gt;n&lt;/span&gt; ukuran&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;::&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan aniseikonia&lt;/span&gt; :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan aniseikonia dapat dikurangi dengan memakai lensa kontak atau lensa teleskop Gallilei.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut hukum Knapp jika ametropia ini adalah akibat kelainan sumbu bolamata maka jika memakai lensa kacamata tepat pada titik fokal anterior mata (16 - 17 mm dari kornea) akan didapatkan pengurangan gangguan perbedaan pembesaran kedua lensa kacamata. Jarang gangguan yang terjadi hanya akibat kelainan sumbu bolamata. Aniseikonia ini dapat diukur dengan Eikonometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABLASIO RETINA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;APA ITU RETINA ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Retina adalah jaringan yang tipis dan transparan, peka terhadap cahaya, terletak dibagian belakang bola mata. Retina berfungsi seperti lapisan film pada sebuah kamera, menangkap gambar, menyalurkan keotak melalui saraf optic.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;APA ITU ABLASIO RETINA ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ablasio retina dalah terlepasnya retina dari perlekatan dengan lapisan dibawahnya, sebagian atau seluruhnya, sehingga mengakibatkan terputusnya proses penglihatan. Keadaan ini dapat menyebabkan cacat penglihatan atau kebutaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;APA GEJALA ABLASIO RETINA ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Adanya kilatan-kilatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Adanya bintik-bintik hitam megapung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Penglihatan seperti terhalang tirai/ bergelombang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Kadang-kadang tanpa gejala awal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;APA PENYEBAB ABLASIO RETINA ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Robekan Retina&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Komplikasi Diabetes Melitus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Peradangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;KEADAAN-KEADAAN APA YANG BERISIKO MENYEBABKAN ROBEKAN RETINA ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Pada minus tinggi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Pada Lanjut usia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Keluarga yang pernah menderita Ablasio Retina&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Pada Trauma/pukulan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Komplikasi operasi mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;APA YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH PENDERITA ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Segera memeriksakan diri bila terdapat gejala-gejala awal, yaitu adanya gambaran/kilata- kilatan cahaya dan bintik-bintik mengapung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Memeriksakan keadaan retina pada penderita minus tinggi dan adanya riwayat keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;DAPATKAH ABLASIO RETINA DICEGAH ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ablasio retina dapat dicegah dengan melkukan tindakan laser fotokoagulasi atau kriopeksi pada robekan retina tanpa lepasnya retina yang berpotensi untuk robek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PENGOBATAN ABLASIO RETINA ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Apabila telah terjadi ablasio retina, maka retina yang terlepas harus diperbaiki dengan tindakan operasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;KOMPLIKASI OPERASI YANG DAPAT TERJADI ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Infeksi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Perdarahan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Ablasio Retina kembali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Penglihatan yang menurun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Peninggian tekanan bola mata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  - Katarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum Astigmatism Against the Rule&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;(Hukum Astigmat tidak lazim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suatu keadaan kelainan refraksi astigmat dimana koreksi dengan silinder negatif dilakukan dengan sumbu tegak lurus (antara 60 - 120 derajat) atau dengan silinder positif sumbu horisontal (antara 30 - 150 derajat)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akibat dari kelengkungan kornea pada meridian horisontal lebih kuat dibandingkan kelengkungan kornea vertikal. Hal ini sering ditemukan pada usia lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Astigmatism With the Rule&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;(Hukum Astimat lazim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suatu kelainan refraksi astigmatisme dimana diperlukan koreksi silinder negatif dengan sumbu horisontal (antara 30 - 150 derajat) atau jika dikoreksi dengan silinder positif sumbu vertikal (antara 60 - 120 derajat)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Astigmatism Withe the Rule terjadi akibat dari kelengkungan kornea pada meridian vertikal lebih kuat dibanding dengan kelengkungan pada meridian horisontal. Hal ini umum terjadi pada mata anak yang mulanya dengan kornea spheris biasanya menjadi lebih melengkung yang akan mengakibatkan astigmatism with the rule.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Donder&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kedudukan mata terhadap titik fiksasi penglihatan ditentukan oleh arah mata. Bolamata berputar pada sumbu penglihatan tanpa disadari atau disengaja. Jika perhatian tertarik pada benda yang bergerak maka derajat perputaran bolamata ditentukan oleh jarak benda terhadap bidang medial dan dengan bidang horisontal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Javal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;(Javal Rule)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum ini dipakai untuk melakukan koreksi kelainan astigmat dengan hasil keratometri, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Berikan kacamata koreksi pada astigmat lazim (with the rule) atau dengan silinder minus 180 derajat), dengan astigmat hasil keratometri yang ditemukan kemudian ditambahkan dengan 1/4 nilainay dan dikurangi dengan 0,5 Dioptri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Berikan kacamata koreksi pada astigmat tidak lazim (against the rule) dengan silinder minus 90 derajat, dengan silinder atau astigmat hasil keratometri yang ditemukan kemudian ditambahkan dengan 1/4 nilainya dan tambah dengan 0,5 Dioptri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Knapp&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada kelainan refraksi yang murni disebabkan oleh kelainan sumbu (aksial ametropia) jika dikoreksi dengan lensa yang diletakkan pada titik dataran fokus anterior mata maka tidak akan terjadi aniseikonia. Jika lensa diletakkan pada fokal point (16 - 17 mm dari kornea) didepan mata maka besar bayangan retina yang dihasilkan sama besar dengan bayangan mata emmetropia dan panjang sumbunya normal dengan perbandingan dioptri sebanding.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Kollner&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Cacat penglihatan warna merah hijau merupakan lesi saraf optik ataupun jalur penglihatan, sedang caat penglihatan biru kuning diakibatkan oleh kelainan pada epitel sensori retina atau lapis kerucut dan batang retina.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Terdapat pengecualian pada Hukum Kollner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lesi retina sebelah luar akan mengakibatkan buta warna biru kuning, sedang lesi retina dalam dan saraf optik akan memberikan cacat merah hijau.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Prentice&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;(Untuk aberasi spheris akibat desentrasi lensa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Efek prisma yang terjadi pada pemakaian lensa dimana mata tidak melihat melaui pusat lensa (desentrasi), sama dengan jarak (d) dari pusat optik dimana desentrasi terjadi dikalikan dengan kekuatan lensa (p), atau prisma yang trinduksi = d (cm) X p (kekuatan lensa)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Snell&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;(untuk lensa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Daya pembiasan sinar bergantung pada indeks bias lensa. Indeks refraksi merupakan rasio besarnya kecepatan sinar berjalan ditempat vakum dibanding dengan kecepatannya pada media yang spesifik, atau :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; = kecepatan sinar didalam vakum / kecepatan didalam media tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Stark-Einstein&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;(Hukum Fotokimia kedua)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Absorbsi cahaya hanya memerlukan satu foton untuk memberikan akibat dari fotokimia pada satu molekul.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Patut diingat bahwa tidak semua cahaya dan memberikan akibat fotokimia, karena masih banyak variasi non kimia yang dapat menyebarkan energi yang akan dipakai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Talbot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sinar intermeten dan sinar tetap dengan warna yang sama terangnya akan memberikan tenaga penerangan yang sama persatuan unit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Hukum Transposisi Sumbu Lensa Silinder&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lensa stero silinder dapat dianggap sebagai 2 lensa silinder, dimana salah satu meridian dibuat spheris ditambahkan silinder bersilang (cross cylinder) dengan kekuatan dioptri yang sama yang kemudian dikurangkan kembali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trauma mata&lt;/span&gt; adalah tindakan sengaja maupun tidak yang menimbulkan luka pada mata. Trauma mata merupakan kasus gawat darurat mata. Luka mata yang ditimbulkan dapat ringan sampai berat atau menimbulkan kebutaan bahkan kehilangan mata. Alat rumah tangga sering menimbulkan luka pada mata atau trauma mata.&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Macam-macam bentuk trauma :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Trauma Fisik atau Mekanik&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li style="font-family: arial;"&gt;Trauma Tumpul, misalnya terpukul, kena bola tenis, atau shutlecock, membuka tutup botol tidak dengan alat, ketapel.&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: arial;"&gt;Trauma Tajam, misalnya pisau dapur, gunting, garpu, bahkan peralatan pertukangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Trauma Peluru, merupakan kombinasi antara trauma tumpul dan trauma tajam, terkadang peluru masih tertinggal didalam bola mata. Misalnya peluru senapan angin, dan peluru karet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trauma Khemis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Trauma Khemis basa, misalnya sabun cuci, sampo, bahan pembersih lantai, kapur, lem (perekat).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;cuka, bahan asam-asam dilaboratorium, gas airmata.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Trauma Fisis&lt;/p&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Trauma termal, misalnya panas api, listrik, sinar las, sinar matahari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trauma bahan radioaktif, misalnya sinar radiasi bagi pekerja radiologi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Gejala&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Trauma&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Gejala yang ditimbulkan tergantung jenis trauma serta berat dan ringannya trauma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Trauma tajam selain menimbulkan luka mata dapat juga disertai tertinggalnya benda asing didalam mata. Benda asing yang tertinggal dapat bersifat tidak beracun dan beracun. Benda beracun contohnya logam besi, tembaga serta bahan dari tumbuhan misalnya potongan kayu. Bahan tidak beracun seperti pasir, kaca. Bahan tidak beracun dapat pula menimbulkan infeksi jika tercemar oleh kuman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Trauma tumpul dapat menimbulkan luka mata ringan yaitu penurunan penglihatan sementara sampai berat, yaitu perdarahan didalam bola mata, terlepasnya selaput jala (retina) atau sampai terputusnya saraf penglihatan sehingga menimbulkan kebutaan menetap.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Trauma Khemis asam umumnya memperlihatkan gejala lebih berat daripada trauma khemis basa. Mata nampak merah, bengkak, keluar airmata berlebihan dan penderita nampak sangat kesakitan, tetapi trauma basa akan berakibat fatal karena dapat menghancurkan jaringan mata/ kornea secara perlahan-lahan&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cangkok Kornea dan Transplantasi Kornea&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;Bungkus bolamata yang paling depan yang bersifat bening transparant disebut sebagai selaput bening atau kornea, dan merupakan 1/6 daripada pembungkus luar bolamata.&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;Selaput bening mempunyai daya kemampuan untuk membiaskan sinar masuk kedalam bolamata. Bagian terbesar sinar dibiaskan oleh selaput bening mata ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fungsi Kornea&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Alat transmisi sinar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat refraksi atau pembias&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai dinding bola mata&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang Menyebabkan Kornea Jernih&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tidak mengandung zat tanduk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mengandung pembuluh darah yang disebut avaskuler.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susunan jaringan relatif homogen dan teratur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya epitel kornea dan endotel kornea yang dapat mempertahankan kadar cairan pada tingkat tertentu&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p face="arial" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terganggunya faktor – faktor yang menyebabkan kejernihan kornea (kornea menjadi keruh)&lt;/span&gt;  contoh :&lt;/p&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kornea terluka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Infeksi kornea&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Reaksi penolakan tubuh / Autoimun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelainan bawaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerusakan endotel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komplikasi tindakan bedah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cangkok kornea / Transplantasi kornea&lt;/span&gt; adalah operasi yang dilakukan dengan cara mengangkat kornea penderita yang keruh dan menggantinya dengan kornea donor yang masih jernih.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan Tindakan Cangkok Kornea &lt;/span&gt;: &lt;/p&gt;&lt;ol style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tujuan Optik : Memperbaiki tajam penglihatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuan Terapi : Menghilangkan keadaan patologik di jaringan kornea&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuan Tektonik : Memperbaiki struktur jaringan kornea yang mengalami penipisan atau kerusakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuan Kosmetik : Memulihkan kejernihan kornea&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P R I S M A&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam optik, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;prisma&lt;/span&gt; adalah alat yang dipakai untuk merefleksikan cahaya atau untuk memisahkannya (dispersi) ke dalam warna spektral (warna pelangi), yang secara tradisional dibuat dalam bentuk prisma dengan dasar segitiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kacamata sangat dipengaruhi oleh adanya prisma. Efek prisma terutama untuk mengoreksi kelainan penyimpangan sumbu penglihatan tersembunyi atau yang disebut heterophoria.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Degenerasi Makula&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Degenerasi macula karena usia (Age Related Macular Degeneration) adalah penyebab kebutaan yang tinggi pada usia lanjut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ADA BERAPA MACAM ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada 2 tipe penyakit yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Tipe kering&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Tipe basah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPE KERING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terjadi pada 90 % kasus. Pada tipe ini biasanya terjadi penurunan penglihatan yang lambat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;TIPE BASAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terjadi pada 10 % kasus, akan tetapi sering sebabkan kebutaan. Biasanya terjadi penglihatan yang cukup cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PEMERIKSAAN APA YANG HARUS DILAKUKAN&lt;/span&gt; ?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pemeriksaan Foto Fundus dan FFA (Fluorescein Fundus Angiography) pemeriksaan ini dapat melihat ukuran, tipe dan lokasi dari pembuluh darah abnormal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PENGOBATAN YANG DAPAT DILAKUKAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Konsumsi anti oksidan (Vit C, Vit A, Vit E, Zinc, Cooper dan Lutein) dikatakan dapat  menurunkan progresitifitas penyakit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terapi Laser Argon/ Double Yag&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terapi Laser Photodynamic Theraphy (PDT)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;DAPATKAH DILAKUKAN OPERASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sampai saat ini tindakan operasi masih dalam penelitian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;UPAYA APA YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH PENDERITA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Berhenti merokok&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Menkonsumsi anti oksidan (Vit C, Vit A, Vit E, Zinc, Cooper dan Lutein)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Hindari ekspose berlebih terhadap sinar ultraviolet&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Pemeriksaan berkala dengan AMSLER GRID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;APA ITU AMSLER GRID ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Amsler Grid adlah cara pemeriksaan yang dapat dilakukan penderita untuk memeantau progresitifitas penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;BAGAIMANA CARA MELAKUKAN PEMERIKSAAN AMSLER GRID ?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Sediakan kartu Amsler Grid&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Pemeriksaan dilakuakn satu mata secara bergantian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Lihat kartu dalam jarak baca, gunakan kacamata baca&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;  * Lihat titik hitam sitengah kartu Amsler Grid dan daerah sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Penderita yang masih baik, dapat melihat semua garis vertical dan horizontal dalam ukuran yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perubahan pada pemeriksaan Amsler Grid dapat menunjukan adanya progresitifitas penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:Green;"   &gt;www.refraksioptisi.br.ma 2009&lt;/span&gt;&lt;p class="post-footer-line post-footer-line-3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="post-footer"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: left; font-style: italic;font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;a name="Teknologi_4G_di_Indonesia" id="Teknologi_4G_di_Indonesia"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="text-align: center;" face="arial"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_i0PK_KimRew/SeQk1mlkh8I/AAAAAAAAAAU/j91-or4KIoI/s1600-h/4g-network.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9125571687494194578-8711247238081859884?l=adhie-pranatha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhie-pranatha.blogspot.com/feeds/8711247238081859884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adhie-pranatha.blogspot.com/2009/04/generasi-4g.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9125571687494194578/posts/default/8711247238081859884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9125571687494194578/posts/default/8711247238081859884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhie-pranatha.blogspot.com/2009/04/generasi-4g.html' title='Komputer dan Kesehatan Mata'/><author><name>Adhie Pranatha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07640317963423310410</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_i0PK_KimRew/S-y7XXkyWMI/AAAAAAAAABs/VnIAxvMZsxo/S220/n1518702177_5778.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_i0PK_KimRew/SeQkK_uHScI/AAAAAAAAAAM/HpDrwuHnmgs/s72-c/DSC00254.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
